e-money

Perkembangan teknologi akhir akhir ini membuat hidup kita menjadi semakin mudah & praktis, contohnya pada saat akan berbelanja, kita tidak perlu repot repot membawa uang tunai, karena sekarang sudah ada teknologi baru yang bernama e-money.

– Pengertian :
(Dikutip dari emoneyindonesia.com)
Uang elektronik (atau uang digital) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan komputer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik.

Uang elektronik memiliki nilai tersimpan (stored-value) atau prabayar (prepaid) dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang. Nilai uang dalam e-money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran. E-money dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran (multi purpose) dan berbeda dengan instrumen single purpose seperti kartu telepon.

– Berita berita tentang e-money :

e-money punya masa depan yang cerah

Transaksi elektronik belum terlalu banyak dijumpai di Indonesia. Sejauh ini, 99 persen transaksi dilakukan secara tunai. Karena kondisi tersebut, startup dan toko online harus menyediakan metode pembayaran offline seperti cash-on-delivery (COD) dan voucher game. Meskipun startup masih harus menggunakan metode pembayaran offline ini agar dapat mempertahankan kelangsungan bisnisnya, tampaknya masyarakat Indonesia akan lebih banyak menggunakan transaksi elektronik di tahun-tahun mendatang. Seperti yang dilaporkan oleh Detik, Bank Indonesia memperlihatkan beberapa statistik mengenai kondisi e-money di negara ini. Sejauh ini, e-money – uang non-tunai yang digunakan dalam transaksi – sudah digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta di Indonesia. Total nilai transaksi e-money di tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun. Sementara total nilai transaksi di Indonesia adalah Rp 260 triliun per tahun.

Bank Indonesia Sosialisasikan Penggunaan e-Money di Unpad

Jatinangor sebagai kawasan pendidikan dapat memiliki peran penting dalam memperkenalkan konsep kawasan less cash society kepada masyarakat luas. Melalui kawasan yang banyak dihuni kalangan terdidik ini, penerapan less cash society antara lain melalui e-money, diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat tentang transaksi keuangan.

Suasana sosialisasi pengembangan kasawan less cash society di Ruang Rapat Rektor di Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jatinangor, Selasa (15/07). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Suasana sosialisasi pengembangan kasawan less cash society di Ruang Rapat Rektor di Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jatinangor, Selasa (15/07). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Demikian dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI (Jabar Banten), Dr. Dian Ediana Rae, SH., LLM., saat melakukan sosialisasi pengembangan kasawan less cash society di Ruang Rapat Rektor di Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jatinangor, Selasa (15/07). Sosialisasi ini dimoderatori oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, & Kerja Sama Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., dan dihadiri para Wakil Dekan dari seluruh fakultas di lingkungan Unpad serta perwakilan bank yang beroperasi di wilayah Jatinangor.

“Sistem transaksi tunai yang ada saat ini bisa dikatakan kurang efektif, juga tidak efisien. Contohnya, setiap tahun BI perlu dana triliunan rupiah untuk pencetakan uang. Transaksi tunai juga membutuhkan waktu proses relatih lebih lama dibanding dengan transaksi elektronik. Oleh karena itu perlu ada pengembangan kawasan less cash society sebagaimana telah banyak terjadi di negara-negara lain,” ujar Dr. Dian Ediana Rae.

Meski begitu, Dr. Dian mengakui, perubahan mindset dari transaksi keuangan secara tunai ke transaksi elektronik, terutama menggunakan e-money, tidaklah mudah. Butuh proses yang cukup panjang agar masyarakat akhirnya bisa terbiasa menggunakan e-money sebagaimana masyarakat kini sudah terbiasa menggunakan ATM.

E-money adalah salah satu bentuk transaksi keuangan yang menggunakan kartu. Namun e-money tidak sama dengan penggunakan kartu debit dan kartu kredit. Penggunaan e-money umumnya tidak memerlukan klarifikasi melalui PIN ataupun tanda tangan, jadi waktu prosesnya bisa lebih singkat. Nominal yang tersimpan di dalam kartu e-money juga dibatasi maksimal Rp 1 juta. Bila diinginkan bisa ditingkatkan menjadi Rp 5 juta namun harus melalui proses klarifikasi.

Dr. Dian mengharapkan Unpad, sebagai salah satu kampus di wilayah Jatinangor, bisa mulai menerapkan penggunaan e-money dan berkontribusi dalam pembentukan kawasan less cash society. Dr. Dian juga mengharapkan perbankan di wilayah Jatinangor dapat menyiapkan sarana pendukungnya sehingga penggunaan e-money dapat segera dirasakan manfaatnya oleh civitas akademika Unpad.

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan antara lain menyiapkan agar pembayaran terkait transaksi keuangan di lingkungan kampus bisa menggunakan e-money,” ujar Dr. Dian yang juga alumni Unpad ini.

Kesimpulan :
Dengan adanya e-money, kita tidak perlu repot repot membawa uang fisik (tunai) di dalam dompet kita. Tapi ingat, e-money belum bisa digunakan secara optimal di negara kita, karena masih sedikit merchant yang menyediakan fasilitas ini.

Sumber & referensi :
http://id.techinasia.com/emoney-di-indonesia-punya-masa-depan-cerah/
http://www.unpad.ac.id/2014/07/bank-indonesia-sosialisasikan-penggunaan-e-money-di-unpad/
http://www.emoneyindonesia.com/?p=38

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s