Pemanfaatan bahasa Indonesia

Setiap hari kita berbahasa Indonesia, baik itu dalam bahasa formal, maupun nonformal. Dalam kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang pemanfaatan bahasa Indonesia secara ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, Fungsi bahasa tersebut dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :

1.Sebagai alat komunikasi
2.Sebagai alat ekpresi diri
3.Sebagai alat Kontrol social dan integrasi
4.Sebagai alat adaptasi
5.Sebagai alat berpikir

Bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap. Pemodernan bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting. Di Jepang, misalnya, usaha pemodernan bahasa Jepang yang dirintis sejak restorasi Meizi telah mampu menjadi katalisator perkembangan ilmu dan teknologi di Jepang. Dengan pemodernan bahasa, semua sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dengan cermat sehingga wawasan berpikir bangsa Jepang dapat dikembangkan secara intensif lewat usaha penerjemahan secara besar-besaran.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

– lambang kebangsaan nasional
– lambang identitas nasional
– alat pemersatu berbagai kelompok etnik yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
– alat perhubungan antar budaya dan antar daerah

Sementara itu, sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

– bahasa resmi kenegaraan
– bahasa pengantar resmi lembaga pendidikan
– bahasa resmi perhubungan pada tingkat nasional
– bahasa resmi pengembangan kebudayaan nasional
– sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern
– bahasa media massa
– pendukung sastra Indonesia
– pemerkaya bahasa dan sastra daerah

Sebagai bahasa resmi kenegaraan dan bahasa perhubungan pada tingkat nasional, bahasa Indonesia masih menemui kendala, yaitu masih ada sejumlah penduduk yang masih belum dapat berbahasa Indonesia. Dari hasil sensus penduduk tahun 2000 ada 15.637.949 penduduk usia 10 tahun ke atas yang masih buta aksara, 7,58% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia, 206.264.595 orang.

Bahasa dalam tataran ilmiah

Bahasa yang digunakan pada penulisan ilmiah pada umumnya menggunakan bahasa yang biasanya jarang muncul pada kamus bahasa Indonesia dan bahasa yang dicantumkan pada suatu tulisan ilmiah memiliki suatu arti dan makna dari berbagai bidang ilmu. Contoh kata yang memiliki arti ilmiah yaitu: konservatif, generalisasi, liberal, serta masih banyak lagi kata yang dipakai dalam penulisan ilmiah.

Selain dari segi bahasa dan kata yang digunakan dalam penulisan ilmiah ada berbagai macam faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penulisan ilmiah yaitu:
– Gunakanlah kata yang umum dikenal
– Gunakan kalimat yang sederhana sehingga karya tulis dapat mudah dimengerti dan dipahami
– Gunakan tata bahasa serta ejaan yang disempurnakan (EYD), dimana harus diakhiri dengan tanda titik dan koma
– Gunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas
– Sumber atau informasi digunakan dalam pembuatan penulisan ilmiah harus dicantumkan

contoh :
menyusun sebuah kamus yang benar-benar lengkap sehingga dapat disebut sebagai kamus lengkap memang sangat berat. selain dibutuhkan pikiran, tenaga, waktu, serta biaya yang hampir-hampir tidak dapat dibatasi, ada hal lain yang menjadi syarat kelengkapan itu.

Bahasa dalam tataran semi ilmiah
Pengertian semi ilmiah : Tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah , Namun hal ini tidak mengurangi ciri kebakuannya.
Namun demikian ketepatan dalam pilihan dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat mempengaruhi dalam memahami makna gagasan.

contoh :
Ada Kecelakaan Tunggal, Tol Cawang-Bekasi Macet 14 Km
Jakarta – Kemacetan sepanjang 14 km terjadi di Tol Cikampek dari arah Cawang menuju Bekasi. Kemacetan ini diakibatkan kecelakaan tunggal yang terjadi di bahu jalan di KM 14.

“Kecelakaan tunggal di tol Cikampek KM 14, terjadi pada sekitar pukul 19.30 WIB. Imbasnya kepadatan terjadi sejak dari Cawang hingga titik kecelakaan, sepanjang 14 km,” ujar petugas Jasamarga Fajar, kepada detikcom, Jumat (11/10/2013).

Belum ada laporan mengenai jenis kendaraan, kronologis kecelakaan, maupun korban akibat kecelakaan tunggal tersebut. Fajar melaporkan, jalur sebaliknya yaitu dari arah Bekasi-Cawang juga mengalami kepadatan dari Cikarang Utama sampai gerbang Cikunir.

“Karena ada antrean di pintu masuk Cikunir,” lanjutnya.

Bahasa dalam tataran non ilmiah
Pengertiannya : tulisan Bahasa Indonesia yang penulisannya tidak terikat pada ragam bahasa baku. Contoh dari bahsa non ilmiah adalah anekdot.

contoh :
Kebiasaan di pagi hari
“rick, akhir akhir gua punya kebiasaan nih.”, kata dwi.
“kebiasaan apa?”, sambut ricky.
“sekarang gua suka buang air kecil setiap jam 5 pagi.”, kata dwi.
“wah bagus dong! berarti lu sehat.”, jawab ricky.
“bagus sih, tapi ada 1 masalah.”, kata dwi.
“apa tuh masalahnya?”, tanya ricky.
“gua bangun nya jam 6 pagi.” jawab dwi.
“uwaaaaaaaaaaaaaaaaaah -_-.”, begitulah reaksi ricky sambil memegang keningnya.

sumber & referensi :
http://alwi-hafiz.blogspot.com/2013/10/contoh-ragam-bahasa-ilmiah-semi-ilmiah.html
http://hemaemas08.blogspot.com/2010/03/pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada_08.html
http://lordzhu.blogspot.com/2012/10/wacana-pemanfaatan-bahasa-indonesia.html
http://hasanahrainism.blogspot.com/2011/12/peranan-dan-pentingnya-bahasa-dalam.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s